Iklan

PP GMKI Korwil Sulselbara Ajak Dialog Semua Pihak Terkait Penolakan Sekolah Kristen Gamaliel di Parepare


PP GMKI Korwil Sulselbara Ajak Dialog Semua Pihak Terkait Penolakan Sekolah Kristen Gamaliel di Parepare

Makassar, Nusantaratalk.IdPengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (PP GMKI) melalui Koordinator Wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Utara (Korwil Sulselbara), Restu Tangaka, mengajak semua pihak terkait untuk berdialog dan mencari solusi yang memadai untuk permasalahan penolakan pendirian Sekolah Kristen Gamaliel di Kota Parepare. Senin, (9/10/2023).

Penolakan terhadap pendirian Sekolah Kristen Gamaliel didasarkan pada alasan yang terkait dengan lokasi yang dekat dengan permukiman mayoritas muslim di Kecamatan Soreang, Parepare. Selain itu, terdapat ketidakpastian terkait izin pendirian sekolah tersebut.

Korwil GMKI Sulselbara, Restu Tangaka menyayangkan penolakan tersebut. Menurutnya, penolakan tersebut tidak sejalan dengan semangat kerukunan dan keberagaman yang telah lama menjadi ciri khas Parepare.

"Penolakan terhadap Sekolah Kristen Gamaliel bisa merusak citra kota yang selama ini dikenal sebagai kota toleran," kata Restu Tangaka dalam keterangan tertulisnya.

Korwil GMKI Sulselbara itu mengingatkan bahwa pendirian Sekolah Kristen Gamaliel adalah hak yang dilindungi oleh Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Pemerintah daerah dan semua pemangku kepentingan diharapkan untuk memastikan penghormatan terhadap hak-hak warga negara.

"Kami mengajak semua pihak, termasuk tokoh agama dan masyarakat Parepare, untuk berdialog dan mencari solusi yang memadai untuk permasalahan ini," kata Restu Tangaka.

"Melalui dialog terbuka dan pemahaman bersama, kami yakin dapat mencapai kesepakatan yang adil bagi semua pihak," imbuhnya.

Restu juga telah meminta GMKI Cabang Parepare untuk mendampingi Yayasan Sekolah Kristen Gamaliel dalam perundingan dengan pemerintah daerah, sehingga pertemuan ini dapat berjalan lancar dan aman.

"Kami memahami bahwa situasi masih panas akibat penolakan ini, namun kami mengimbau semua pihak untuk tidak terprovokasi atau terjebak dalam konflik yang belum diselesaikan," tutup Restu Tangaka. (Red)

 


Lebih baru Lebih lama