Iklan

KKIR Gugur Sebelum Perang, Cak Imin Makin Kejepit

KKIR Gugur Sebelum Perang, Cak Imin Makin Kejepit
(Oleh : Fransiskus Lature, S.H.)


Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR) yang di gagas oleh Partai Gerindra dan Partai Kebangkitan Indonesia (PKB) pada tanggal pada 13 Agustus 2022 di Sentul, Jawa Barat tahun lalu mengalami perubahan nama setelah bakal calon Presiden  Prabowo Subianto memperkenalkan dan mengumumkan nama Koalisi baru di Hari Ulang Tahun ke-25 Partai Amanat Nasional (PAN) dengan nama Koalisi Indonesia Maju. Rumah bersama KKIR yang dibangun oleh Partai Gerinda dan PKB sebelumnya dengan sendirinya roboh, Petinggi Partai PKB kaget dan merasa tidak dilibatkan dalam pembahasan nama koalisi baru ini.


Usulan nama Koalisi Indonesia Maju (KIM) dalam sambutan Prabowo Subionto dihadapan para ketua partai pendukung ini disampaikan secara mendadak. Prabowo Subionto seperti memberikan sinyal dan terkesan menggeser posisi PKB dalam koalisi. Mungkinkah Piagam Deklarasi KKIR yang telah disepakati oleh kedua partai akan berakhir...???


Ketua Umum Gerindra Prabowo Subionto menyampaikan perubahan nama koalisi atas kesepakatan bersama dengan Partai Golkar, PAN dan PKB, namun hal ini berbanding terbalik dengan pengakuan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar yang menyebutkan dirinya tidak mendapatkan informasi atas perubahan nama koalisi.


Kerjasama Politik Partai Gerindra dan PKB untuk menentukan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden di Pemilu Capres 2024 bubar. Posisi Calon Wakil Presiden akan di undi kembali, keinginan PKB mencalonkan Ketua Umumnya Cak Imin semakin sulit, Cak Imin Kejepit. Prabowo Subianto ibarat kata anak muda “Lu Punya Uang Lu Punya Kuasa.” PKB Keluar, Prabowo masih Punya Golkar dan PAN, kira- kira begitu kata Prabowo dalam hati. Prabowo diatas angin, menari sambil melihat siapa yang akan lebih cocok dan memiliki pengaruh kuat untuk bisa memenangkan pertarungan. Apabila PKB memilih keluar dari barisan Prabowo masih memiliki rekan koalisi untuk ikut bertarung. 


Partai Golkar Mengusulkan Airlangga Hartato untuk mendampingi Prabowo. PAN bermanuver dengan membawa Erick Thohir untuk dikawinkan dengan Prabowo Subianto. Jejak lembaga survei independent menujukkan Elektabilitas Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir bertahan di posisi tiga besar sebagai bakal calon Wakil Presiden. Sementara Cak Imin kurang diminati pemilih. Terbukti dari tingakat keterpilihan suara akar rumput Ketua Umum PKB ini selalu bertahan di urutan buncit.


Perubahan nama koalisi ini bersalin rupa setelah Partai Golkar, Partai Amanat Nasioal (PAN) dan Partai Non Parlemen Partai Bulan Bintang (PBB) bergabung dan memberikan dukungan atas pencapresan Prabowo Subionto untuk Pemilihan Umum Calon Presiden di tahun 2024 mendatang. 


Kehadiran rekan-rekan koalisi Pemerintah Jokowi- Ma’ruf Amin kedalam koalisi ibarat duka bagi Partai Berlogo Bola Dunia berbintang sembilan ini. Ruang gerak Cak Imin untuk menepati posisi sebagai bakal calon wakil Presiden Prabowo Subionto semakin sempit. Pilih jalan bersama atau minggat, itu mungkin barangkali pilihan yang tidak terlalu sulit bagi PKB, PDI- Perjuangan sudah memberikan ruang dan siap untuk berdiskusi untuk membentuk kerjasama politik dan mendukung Pencapresan Ganjar Pranowo di Pemilihan Umum mendatang.

Lebih baru Lebih lama